Sistem Terpadu Informasi & Pemantauan Cetak Sawah Nasional

Tentang Program Cetak Sawah

Platform Terpadu Pengelolaan & Akselerasi Pembukaan Lahan Sawah Baru Menuju Kemandirian Pangan Nasional.

Latar Belakang & Filosofi

Membangun Masa Depan Pertanian Indonesia Melalui Tata Kelola Spasial Presisi

Program Cetak Sawah merupakan inisiatif strategis kedaulatan pangan nasional guna memperluas baku lahan sawah produktif di Indonesia, khususnya di sentra-sentra potensial luar Pulau Jawa seperti Papua Selatan (Merauke), Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.

Melalui integrasi teknologi WebGIS dan verifikasi langsung di lapangan (*ground-checking*), seluruh proses pembukaan lahan—mulai dari penetapan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), penyusunan Survei Investigasi Desain (SID), hingga konstruksi jaringan irigasi—dilakukan secara transparan, terukur, dan berkelanjutan.

Clean & Clear

Kepastian status hukum lahan tanpa tumpang tindih kawasan hutan.

Partisipatif

Melibatkan langsung kelompok tani lokal, penyuluh, dan dinas daerah.
Hamparan Sawah Luas
Swasembada 2028
Target Kemandirian Pangan
Pilar Penyelenggaraan

Tiga Fondasi Utama Cetak Sawah

Memadukan kesesuaian agroklimat, infrastruktur tata kelola air, dan pemberdayaan petani.

Kesesuaian Lahan & Tanah

Analisis kesuburan tanah, drainase, keasaman (pH), dan topografi untuk memastikan lahan siap ditanami padi secara optimal.

Ketersediaan Sumber Air

Penyediaan jaringan saluran primer, sekunder, tersier, pompanisasi air sungai, dan embung konservasi untuk jaminan air sepanjang tahun.

Kesiapan Kelembagaan Tani

Pembinaan Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dalam pengelolaan alsintan dan budidaya modern.